Percaya Diri, Bagaimana Jika Berlebihan?

Setiap orang tentunya wajib memiliki rasa percaya diri. Tanpa rasa percaya diri, seseorang tidaakan maksimal dalam melakukan pekerjaan. Perasaan ragu, cenderung tidak ingin memulai, takut gagal, dan bahkan tidak siap menerima kenyataan adalah beberapa contoh kurangnyabrasa percaya diri. Dengan menjadikan rasa percaya diri sebagai salah satu bentuk prinsip nilai hidup, seseorang akan dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki, juga menumbuhkan optimisme.         

Namun, yang perlu diingat adalah segala bentuk yang berlebihan tidaklah baik. Memiliki rasa percaya diri yang terlalu tinggi (overconfidence) tentunya tidak hanya akan menimbulkan dampak positif tetapi juga akan muncul dampak negatif. Rasa percaya diri hanya akan menunjukkan dampak yang positif jika dilakukan dengan kadar dan takaran yang pas. Kurang atau tanpa rasa percaya diri akan membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan emas. Sementara, terlalu percaya diri (overconfidence) dapat menjadi perusak berbagai aspek kehidupan temasuk karier.

Percaya diri yang terlalu tinggi juga bisa menjadi gejala bahwa yang berangkutan memiliki gejala penyakit mental. Oleh karena itu, jika dipelihara dengan cara yang tidak benar dan berlebihan, rasa percaya diri yang keterlaluan justru dapat menjerumuskan dan membahayakan.

Pertama, seseorang yang overconfidence cenderung merasa bahwa dirinya paling benar. Kebanyakan dari mereka justru jarang menyadari. Orang0orang disekitarnya-lah yang nanti akan merasa terganggu. Apapun yang dilakukan, itulah yang dianggap paling benar. Hal ini dapat membuat orang yang overconfidence kehilangan banyak peluang karena seringkali meremehkan atau bahkan menolak pekerjaan yang dianggap terlalu mudah dan tidak sebanding dengan kemampuannya.

Kedua, setelah merasa dirinya paling benar, orang yang terlalu percaya diri menjadi lebih arogan. Kecenderungan orang yang overconfidence adalah suka beromong besar, tidak peduli, dan suka meremehkan orang lain. Hal ini memungkinkan tercipta sebuah konflik yang membuat situasi dan kondisi menjadi tidak nyaman.

Ketiga, saat situasu dan kondisi sudah tidak lagi menjadi nyaman, hubungan dengan orang lain di sekeliling juga akan terdampak. Satu per satu orang yang ada di sekitar akan pergi menghilang dan menjaga jarak sebagai imbas ketidaknyamanan dari sikap arogan tersebut.

Yang terakhir, kritikan adalah musuh bebuyutan bagu orang-orang yang overconfidence, yang merasa bahwa dirinyalah yang selalu paling diunggulkan. Orang-orang ini paling benci terhadap kritikan, tetapi sangat haus dan terlena terhadap pujian. Mereka selalu ingin terlihat sempurna di depan banyak orang. Pujian yang diharapkan membuat orang-orang overconfidence sulit melihat kenyataan, yang mereka rasakan hanya sisi kenikmatan saja.

So, percaya diri itu penting, namun yang berlebihan justru tidak menguntungkan malah membahayakan. Jadilah orang yang bijak, dapat mengontrol rasa percaya diri agar tidak overconfidence. Ingat, your overconfidence is your weakness.

Author:

FRISKA MARLIA SUKARNO PUTRI, S.P.d.