Menteri Baru, Kurikulum Baru

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, yang dilantik pada Oktober 2024, telah mengumumkan serangkaian kebijakan baru untuk tahun 2025 yang menandai pergeseran dari program Merdeka Belajar era sebelumnya.

Salah satu langkah signifikan yang diambil Abdul Mu’ti adalah evaluasi terhadap Kurikulum Merdeka yang sebelumnya diterapkan. Ia menyatakan bahwa kurikulum tersebut perlu dikaji ulang karena tidak semua satuan pendidikan mampu melaksanakannya secara efektif. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya menyerap aspirasi dari berbagai pihak sebelum mengambil keputusan terkait kelanjutan kurikulum tersebut .

Sebagai pengganti, ia merencanakan penerapan kurikulum berbasis “Deep Learning” yang akan fokus pada pengembangan keterampilan abad ke-21, termasuk pemrograman dan kecerdasan buatan (AI).

Mata pelajaran baru seperti coding dan AI akan diperkenalkan di jenjang SD dan SMP sebagai pilihan, seiring dengan harapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memperkuat literasi digital di kalangan siswa .

Kebijakan Kesejahteraan Guru dan Administrasi

Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru. Ia memastikan bahwa anggaran untuk peningkatan gaji dan kesejahteraan guru telah disiapkan untuk tahun 2025, sejalan dengan program Quick Win dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka .

Selain itu, untuk mengurangi beban administrasi, mulai tahun 2025, pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas akan disederhanakan. Proses pelaporan akan dilakukan setahun sekali tanpa perlu mengunggah dokumen atau berbasis poin, memungkinkan para pendidik untuk fokus pada tugas utama mereka dalam mendidik siswa .

Rekrutmen Kepala Sekolah Secara Terbuka

Abdul Mu’ti juga mengumumkan bahwa mulai tahun 2025, rekrutmen kepala sekolah akan dilakukan secara terbuka melalui pelatihan dan seleksi yang transparan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemimpin pendidikan memiliki kompetensi yang sesuai dan dapat menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi .

Dengan kebijakan-kebijakan ini, Abdul Mu’ti berupaya menciptakan sistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan, sekaligus menjaga kualitas dan kesejahteraan para pendidik di Indonesia.